KEPSIR - Media kolektif online inisiatif



Gambar anime seorang gadis yang lagi duduk dalam ruang kamar kayak film-film Miyazaki, kelihatan lagi ngerevisi isi buku hariannya, atau lagi baca koran sambil nyeruput segelas kopi atau juga cuma duduk ngelamun mandangin langit yang hujan di luar jendela. Dari speaker laptop keluar musik-musik downtempo yang banyak diasosiasi sama generasi milenial; dimana suara drum yang sengaja diredam, kelebatan suara synthesizer nokturnal sedang kadang-kadang sampel suara-suara manusia dari tape-tape self-help, film kartun jebot, game-game Nintento 64 atau orang teler.

Bahan-bahan penyusunan mixtape ini sebenernya sederhana dan konsisten. Tapi, dari bahan-bahan ini, lahirlah renkarnasi yang kesekian dari radio internet bernama "lo-fi hip-hop," atau "chillhop," atau llengkapnya, "lo-fi hip-hop radio for studying, relaxing, and gaming."
- ADVERTISEMENT-




Mixtape di YouTube ini gak pernah berhenti, selama 24 jam dalam sehari terus dimainin, ngasih track-track yang nenangin buat mahasiswa yang trauma sama tugas kuliah. Pendeknya, mixtape ini bisa jadi opsi pengganti jika Xanax (obat yang mengandung alprazolam) yang udah gak bisa lagi bekerja dengan baik.



Ada sejumlah kanal/channel Youtube “lo-fi hip-hop” dan semuanya populer. Kanal yang paling populer dimiliki sama sosok anonim yang nama kanal youtube-nya itu "ChilledCow", yang sudah disubsrcibe 1,7 juta-an pengguna. Sejak mixtape-nya pertama kali diposting di YouTube lebih dari setahun lalu (ChilledCow adalah orang pertama yang ngegunain gambar anime gadis di atas sebagai identitasnya. Pilihan estetik macam ini kemudian diikutin sama YouTuber lain yang milih genre serupa).

Sebenernya, mixtape-mixtape lo-fi hip-hop gak jauh berbeda sama playlist yang dikurasi dengan baik didalam sebuah pesta. Mixtape ini terus berjalan tanpa operator yang ngontrol urutan lagu, sama kayak yang kita jumpai dalam siaran radio. Tapi, lagu-lagu didalam mixtape tersebut terus diperbarui, lagu baru yang dipilih secara pribadi sama pemilik kanalnya bukan sama algoritma komputer kayak di layanan streaming seperti Spotify atau Apple Music.
- ADVERTISEMENT-




Ryan Celsius, DJ asal dari Washinton DC yang juga ngelola sebuah kanal lo-fi hip-hop, bilang kalo YouTube jadi ladang subur tumbuhnya mixtape-mixtape lo-fi hip-hop karena lowongnya peraturan tentang hak cipta. Sebagai perbandingan, Twitch, salah satu raksasa layanan livestreaming, terkenal sering berurusan dengan musik berlisensi yang dipajakin di platform mereka. Sejatinya, si Celcius mulai kanal lo-fi hip-hopnya di platform ini. Sialnya, kanalnya gak pernah berumur panjang lantaran dianggap ngelanggar peraturan tentang hak cipta. Baru setelah layanan YouTube Live streaming diperkenalkan di 2017, dia beralih ke YouTube.

Sekarang, Kanal si Ryan Celsius sudah punya 286,000 -an subscriber. Alhasil, dia dianggap sebagai salah satu nama “pembesar” dalam skena chillhop di YouTube.



Si Ryan Celsius juga bilang: Banyak orang terinspirasi sama beat mulus dan trippy dan estetika latar belakang nyantai dari era 2000-an. Ini nyiptain semacam persilangan orang-orang yang suka anime dan beat hip-hop yang bergelombang.

Mungkin, kita berpikir siapapun bisa mulai channel kayak gini dan bisa ngedapetin uang berkat sistem penghasilan dari iklan YouTube yang egalitarian. Ini memang ada benarnya, tapi diperluin banyak biaya buat bisa ngunggah video dan audio berkualitas tinggi secara sekaligus. si Ryan Celsius ngaku kalo terabyte penampungan yang dia sewa di server cloud ngehabisin sekitar US$200 (Rp2,8 juta) sampe US$300 (Rp3,4 juta) sebulan. Yang artinya, antara pemasukan dari iklan dan pemasukan Patreon, dia bisa ngedapetin sekitar $1.500 (Rp21 juta) per bulan.

DJ YouTube lainnya juga masuk ke dalam berbagai ranah lainnya demi bertahan secara finansial. Misalnya dua bocah asal Inggris, yang ada di belakang saluran stream chillhop College Music yang punya 415 ribuan subscriber. Mereka adalah Jonny Laxton, 19 tahun, dari Leeds, dan Luke Pritchard, 20 tahun, dari Reading. Mereka bersama-sama mengubah stasiun radio mereka jadi label rekaman dan memamerkan artis mereka lewat playlist Spotify, ngebangun sebuah brand yang gak anonim atau gampang dilupain, kayak banyak halnya yang ditemuin di internet.
- ADVERTISEMENT-




Pritchard juga ngaku, terkadang dia nerima permintaan dari musisi yang bersedia bayar uang biar lagu mereka dimasukin kedalam rotasi stream mereka. Kayak praktek payola versi media masa kini. Ini masuk akal, karena musisi dan lagunya bakalan ngedapetin paparan yang baik, dan jelas itu ada nilai yang tinggi dari ngenalin lagu ke banyak anak-anak muda di seluruh dunia. Tapi, College Music nolak permintaan ini, karena ini bakalan ngerusak etika komunitas radio bajakan.

Dari awal, si Jonny dan Pritchard fokus ngebagiin musik dari musisi-musisi kecil yang mereka suka. Ngehasilin uang bukanlah alasan College Music didirikan. Untuk alasan ini, mereka gak akan pernah berusaha memaksimalkan ‘profit’ kalo harus ngorbanin integritas dan kualitas musik yang mereka bagikan.

Dan perlu dilihat seberapa lama ini bakalan bertahan. Karena monetisasi selalu menggoda semua orang dalam dunia internet, dan apabila stream hip-hop lo-fi ini bakalan terus populer, tawaran profitnya pasti bakalan semakin besar.



Travis Barker

Salah satu dari personel Blink-182, Travis Barker, ngebagiin video tentang perkembangan terbaru soal kesehatan dan pemulihan dari pembekuan darah yang diderita dia di chanel Youtube mereka.

Pada bulan lalu, tersiar kabar buruk kalo si Travis ngalamin pembekuan darah di kedua tangannya, sampe-sampe Blink-182 kudu ngebatalin beberapa konser mereka karena penyakit yang diderita sama sang drummer.
- ADVERTISEMENT-



Di dalam video tersebut, si Travis ngebagiin awal mula dia terkena penyakit tersebut serta momen di saat dia ngelakuin kunjungan ke dokter buat mulihin sakit yang dideritanya.

Dokter yang memeriksa dia ngasih kabar kabar baik kalo gumpalan darah yang ada di lengannya itu gak bakalan masuk ke paru-paru, tapi si dokter juga ngingetin si Travis, buat gak main drum untuk sementara karena bakalan nyebabin peradangan.



Travis tetep optimis kalo dirinya itu bakalan segera sembuh dan bisa tampil lagi bareng Blink-182 di depan para penggemarnya.

"Main drum adalah hidupku, dan ini sangat nyakitin kalo gue enggak bisa manggung buat kalian. Gue harap gue bisa kembali bermain secepatnya," kata si Travis.

Baca Juga : Blink-182 Rilis Lagu Ska dengan Durasi 35 Detik, Buat Ngerayain Hari Blink-182

Source  : nme.com
Penulis : Bayu Galih Permana
Edt : Keps



Hallo muli mekhanai!!
Akhirnya setelah berkeliling di berbagai kota, Fun Weekend with Tombow mampir ke Lampung nih.

Bersama Lampung Menulis, akan di adakan #FunWeekendTombowID dengan acara sebagai berikut :
halooooo muli mekhanai!! akhirnya setelah berkeliling di berbagai kota, Fun Weekend with Tombow mampir ke Lampung nih.
Bersama Lampung menulis akan di adakan #FunWeekendTombowID dengan acara sebagai berikut :
.
Fun Weekend With Tombow
Pen Meet Up, Produk Demo & Sesi Sharing

3D Brush Lettering Shadow type dengan blending color oleh Soulthans, Fachrulrozie dan Megi Satyo

📆 Sabtu, 14 juli  2018
⏰ 13.00 - 18.00
📌 @brotherbe.id


Di Pen Meet Up kali ini Lampung Menulis akan membagikan tips dan teknik dasar 3D Brush Lettering yang didukung penuh oleh Tombow Indonesia. Lampung Menulis akan mengajarkan bagaimana cara menambahkan bayangan pada huruf dengan teknik pewarnaan untuk mendapatkan efek 3D dalam karya kamu. kita belajar secara langsung dengan yang teman-teman yang sudah berpengalaman, silaturahmi dan bertatap muka secara langsung.
A D V E R T I S E M E N T



Acara ini sepenuhnya Gratis!!! Terbuka untuk umum dari segala jenis kalangan usia dan Teman–teman yang datang akan mendapatkan Tombow Dual Brush Pen untuk bisa dipakai di sesi sharing dan boleh dibawa pulang.

Untuk info lengkapnya kalian bisa tanya langsung melalui DM, atau chat di official account line -nya Lampung Menulis, di @qmu1301s (use @).

Kami tunggu kehadirannya!!!



Jadi gini...
Sebelumnya tuh yah, si Kanye West tuh sempet ngebanjirin lini masa followersnya di Twitter dengan nge-posting berbagai tweet-tweet 'inspiratif' ala dirinya. Tapi, semenjak dia ngerilis album terbarunya yang berjudul "Ye", dia jarang muncul di Twitter.

Dan sekarang ini nih, ada sebuah situs yang bernama Framed Tweets,yang ngejual isi tweet dari akun twitternya si Kanye West.
A D V E R T I S E M E N T




Framed Tweets tuh, emang sebuah situs yang tujuannya nyetak tweet-tweet para orang-orang terkenal di Twitter, terus isi tweetnya di cetak dan yang kemudian di kasih sebuah bingkai berwarna emas, yang mungkin biar terkesan mewah. ~Beeuuhh...

Nah, tweet-tweetnya si Kanye West yang dijual itu ; “And I love you like Kanye loves Kanye,” “You may be talented, but you’re not Kanye West” dan “Not smiling makes me smile.”







Tweet ini dijual seharga $49 USD atau sekitaran 700 ribu-an.
Nah, kalo Lu mau, bisa dibeli di framedtweets.com. Berminat? (gue sih ogah!).

Source : Hypebeast
Oleh : Ricky Nugraha

Edit : Keps

[right-side]



BESIDE, unit metalcore asal Kota Kembang Bandung yang beranggotakan Agrog (vocal), Izal (bass), Roy (gitar) dan Bebi (drum), akhir pekan ini bakalan mengguncang para Metalhead-Lampung.

Band yang tahun lalu bersaing dengan band-band metal seluruh Indonesia di Wacken Metal Battle Indonesia (WMBI) keluar sebagai pemenang dan berhasil manggung di Wacken Open Air - Jerman.
A D V E R T I S E M E N T



Dengan mengusung nama ELEVEN HEROES SUMATERA AND ASIA TOUR, di tahun ini, mereka bakalan ngelakuin tour Sumatera, lalu berlanjut ke Malaysia dan Vietnam, yang juga sebagai bentuk promosi untuk album terbaru mereka. Wilayah yang menjadi langkah pertama tour mereka, adalah Lampung, tepatnya di Warung Nongkrong (Jl. ZA Pagar Alam No 30 Kedaton, Bandar Lampung) yang di promotori oleh KLWSYD.

 

Bukan cuma Beside, tapi ada juga band-band ganas dari Lampung sebagai pembuka tour mereka.
diantaranya ada Paint In Black, Krusial HC, Carnal Putridity dan Crazy Monkey HC, dengan format mini gigs dan dengan tiket yang terbatas.

Btw nih, Warung Nongkrong ini tuh cafe dengan konsep indoor pertama di Bandar Lampung yang biasa di pake buat gigs musik indie Lampung, dan pertama kalinya juga memberi kesempatan Beside sebagai band luar Lampung.

Oiyah, untuk info pemesanan tiket dan lainnya, kalian bisa hubungin langsung ke Instagram @klwsyd.official atau kontaknya di 0831-6901-1083 / 0812-7845-2169.

SEE YOU IN THERE and KEEP HEAD BANG IT!

Oleh : SENJATA API
Editor : Keps

[right-side]



Lika-liku kehidupan mau gak mau gak bisa lepas dari hubungan kausalitas sebab akibat. Katakanlah, “sebab” sebagai band indie nyanggupin buat main di gigs sponsoran dengan imingan bayaran gede, maka siap dengan curigaan honor dan cibiran karena ngehilangin esensi indie sebagai suatu “akibat”.

Didalam skena musik pastinya juga gak lepas dari hubungan kausalitas. Katakanlah rezimnya Queen Elizabeth sama Sex Pistols, sikap alienasi, loser sama Kurt Cobain, mental perbudakan sama Bob Marley, adalah sedikit hubungan sebab akibat yang saling mempengaruhi satu sama lain. Maka gak lengkap rasanya gak ngebahas LSD, Psikedelik dalam bahasan Hippie.

Secara subjektif dan dari lansiran berbagai sumber (karena saya bukan seorang pengguna, pemadat/sejenisnya) Lysergic Syntetic Diethylamide (LSD), adalah sejenis narkotika buatan yang diramu dari jamur atau tumbuhan ganja. Penggunanya bisa dibuat terbang dengan halusinasi yang ngasih efek psikologis semacam cara berpikir yang berbeda, efek mata visual, dan penglihatan spiritual. Biasanya, LSD akrab dan kerap ngewarnain kultur hippie di Amerika Serikat yang muncul sekitar tahun 60-an. Kultur yang di mana para muda-mudinya doyan teler, hidup secara nomaden /berpindah-pindah dan biasanya mereka nyaman tinggal di dalam mobil VW tipe Combi yang dijadikan tempat peristirahatan favorit mereka.
A D V E R T I S E M E N T



Hal-hal abstrak dan imajinasi yang ditimbulin dari penggunaan jamur atau ganja biasanya dimanifestasikan sama kaum hippies ke dalam banyak rupa seni. Mulai dari corak dan warna-warni pakaian merka, ikat kepala, beragam atribut sampai warna musik, di mana karakter atau nuansa yang digambarin tadi biasa disebut sama istilah “psikedelik” dengan tujuan sebagai bentuk pengabadian “rasa” dari efek yang ditimbulin. Yah, kayak kausalitas di awal tadi, LSD sebagai “sebab”-nya dan psikedelik sebagai “akibat”-nya.

Hubungan sebab-akibat yang gak terelakkan barangkali bisa juga dianalogiin sebagai kembar dempet yang gak terpisahkan satu sama lain, bahkan sama operasi bedah sekalipun. Namun demikian, ada 1 pergerakan penting yang perlu digarisbawahin dari kaum hippies di Amerika Serikat, yaitu; Flower generation (generasi bunga) yang didominasi sama muda mudi hippie yang notabenenya emang cinta damai dan berkontribusi dalam gerakan anti perang (Vietnam) secara masif, di mana pergerakannya tersebut turut pula dimentorin sama John Lennon dan Yoko Ono.

Balik ke skena musik. Psikedelik (psychedelic), sebutan yang akrab dari musik yang dihasilin dari kegiatan nyanyur/nyimeng (atau apalah itu sebutannya) ini terbilang banyak berkontribusi dan bertanggung jawab dalam mewarnai jenis musik yang berkembang pada tahun-tahun berikutnya. Sebut aja kayak Jefferson Airplane, Grateful Dead, Pink Floyd, The Doors, Jimi Hendrix, adalah beberapa nama yang berhasil jadi influence dan juga mentor ratusan bahkan jutaan band pada tahun-tahun berikutnya.
A D V E R T I S E M E N T



Musik yang terdengar ngambang, abstrak dan juga kompleks,jadi ciri khas yang lekat dalam nge-definisi-in musik ini. Kalo dirujuk latar belakang pembuatan lagu dari band-band psikedelik yang tadi, proses teler kayaknya termasuk ke dalam list teknikal dalam perencanaan album atau sebuah lagu mereka.

Apakah band pengusung musik psikedelik itu harus bercengkama sama LSD sebagai syarat yang mutlak kalo mau nulis lagu?

Kalo menurut rujukan di biografinya si Jim Morrison dkk di dalam film The Doors atau All Is By My Side -nya si Jimi Hendrix, maka udah jadi wajib hukumnya sama kegiatan ng-fly dalam proses pembuatan lagu dan bahkan sampe ke dalam pertunjukan panggung mereka. Dan entahlah sama Hello Benji and The Cobra atau band-band psikedelik lainnya yang muncul dalam beberapa tahun ke belakang. Apa masih sama, kudu ngelakuin syarat wajibnya atau cuma cukup dengan ngegambarinya lewat musik tanpa kudu ngedeketin LSD sama sekali?

Wallahu a’alam...

Artikel ini pertama kali tayang di degilzine
Oleh : Aga Depresi

[left-side]



Dara Puspita, nama yang dalam kancah musik tanah air kita mungkin gak sepopuler nama kayak Koes Bersaudara atau God Bless.

Meskipun gitu, grup musik asal Surabaya ini pernah memukau panggung musik Eropa di medio 60-an. Titiek Adji Rachman, Lies Soetisnowati Adji Rachman, Susy Nander, dan Ani Kusuma, adalah perempuan-perempuan luar biasa yang boleh dibilang sebagai bibit-bibit awal munculnya lady rocker di tanah air kita ini.

Perjalanan musik mereka dimulai tahun 1964, dengan album pertama mereka yang berjudul Jang Pertama. Album sederhana yang dirilis kedalam bentuk piringan hitam. Di album ini, Yok Koeswoyo dari Koes Bersaudara turut nyumbangin satu buah lagu yang berjudul Tinggalkan Aku Sendiri. Karakter musik Dara Puspita sendiri masih sangat kendara pengaruhnya dari musik-musik rock Barat kayak Everly Brothers atau Rolling Stones, yang emang pada saat itu sedang cukup populer di kalangan anak muda.
A D V E R T I S E M E N T



Kurang dari empat tahun sejak awal terbentuknya Dara Puspita udah memikat banyak penggemar, baik itu di tanah air sendiri ataupun di negara lain. Dengan aksi panggungnya yang cukup atraktif gak pelak ngejadiin Dara Puspita sebagai salah satu grup musik yang paling ditunggu-tunggu penampilannya.


Sebagaimana yang udah dijelasin di awal tadi, puncak kariernya Dara Puspita begitu keliat pas mereka ngelakuin tur musik ke Benua Eropa. Dari Iran, Jerman Barat, Turki, Hongaria, dan diakhirin di Belanda. Didalam tur musik ini, tercatat bahwa lebih dari 250 pertunjukan di 70 kota udah dilakuin sama  Dara Puspita. Singel Ba Da Da Dum dan Dream Stealer yang lahir di sela-sela kesibukan mereka pas tampil di London, dan cukup banyak dapat sorotan karena mereka dapat sentuhan gak langsung dari si Collin Johnson yang pernah nanganin The Beatles di awal-awal kariernya.

Dara Puspita kembali tampil di panggung musik tanah air itu pada Desember 1971. Bareng sama Panbers dan The Rollies, dengan 23.000 penonton yang memadati Istora Senayan pada waktu itu.

Setelah kesuksesan tur mereka di Eropa, Dara Puspita balik lagi memuaskan penggemarnya di tanah air dengan tur di beberapa kota besar pulau Jawa, kayak Malang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, yang diakhirin di Jakarta.

Dan pertunjukan di Jakarta pada 29 Maret 1972 ini, resmi jadi akhir dari perjalanan musik Dara Puspita.

Oleh : Faisal Nur
Edit : Keps




Pesatnya perkembangan arus teknologi yang semakin berbasis online, proses datangnya musik sampai ke telinga konsumennya udah berubah. Saat ini orang gak perlu untuk menunggu lagu favoritnya untuk diputarkan di radio atau beli CD artis kesukaannya buat dapat dinikmatin.

Dengan adanya layanan berbasis internet kayak Youtube, Spotify, iTunes, Joox dan lainnya udah sedikit demi sedikit ngeganti peran toko rekaman sebagai distributor produk rekaman untuk sampai ke konsumen.

Secara kontras, dapat kita lihat kalo ditengah banyaknya tantangan yang hadir, toko-toko rekaman independen masih aja bisa bertahan dan bahkan masih muncul toko-toko rekaman baru yang hadir buat ngehiasin ekosistem musik tanah air. Dengan demikian, aman buat kita untuk mengasumsikan kalo ekosistem musik kita, masih butuh kehadiran toko rekaman fisik, meskipun jumlahnya gak banyak.

Menurunnya jumlah toko-toko rekaman besar dan kurangnya kekuatan dari major label (gak bisa dipungkirin juga) yang tentunya disebabin sama revolusi internet, ngakibatin toko-toko rekaman independen berperan besar dalam pendistribusian dan promosi dari seorang artis independen saat ini.
A D V E R T I S E M E N T



Tapi, peran sesungguhnya dari sebuah toko rekaman independen bukanlah dari peran distribusi atau promosinya. Peran yang sangat penting, gak bisa dijumpain di retail online dan cuma dipegang sama sebuah toko rekaman independen adalah perannya secara kebudayaan/kultural dalam perkembangan musik di sekitarnya.

Menurut Lewis Tennant di dalam tesisnya nyatain kalo, Toko Rekaman Independen punya peran penting secara sosio-kultural dalam perkembangan industri musik dari segi pembentukan koneksi dan tempat bermunculannya ide-ide baru bagi perkembangan komunitas musik lokal.

Toko Rekaman Independen hadir di dalam ekosistem industri musik sebagai sebuah inkubator artis, label dan bahkan toko rekaman lain biar dapet berjejaring, bekerja-sama dan ngembangin ekosistem industri musik lokal. Selain sebagai inkubator, kegiatan micro-gigs yang biasa diadain sama toko-toko rekaman independenpunya peran yang sangat penting buat artis-artis independen yang masih berada di tahap awal karir mereka. Menurut Endah dan Khemod Seringai, micro gigs punya peran dalam pendewasaan para artis-artis baru dalam pembentukan fanbase, aksi panggung dan juga etos kerja yang dimilikin sama seorang artis.

Toko rekaman independen juga bisa nge-edukasi para pengunjungnya dalam sejarah musik lokal ataupun dunia dengan cara ngenalin ke lingkungannya tentang sebuah pergerakan seni baik lokal ataupun dunia lewat produk-produk rekaman yang mereka jual yang disertain juga sama penjelasan. Dengan ngenalin sejarah musik, toko rekaman independen sendiri jadi sebuah ruang buat perspektif alternatif dari perkembangan musik secara luas.

Buat penikmat musik, baik penikmat musik fanatik atau kasual, adanya sebuah toko rekaman independen bisa jadi alternatif nyari lagu-lagu baru ketika mulai merasa bosan sama pilihan yang ada.

Era dimana selera musik semakin di-personalize secara otomatis, pasti terkadang kita ngerasa bosan sama pilihan musik yang itu-itu aja. Dengan datang ke toko rekaman lah, kita bisa bertanya-tanya tentang lagu-lagu yang mungkin masuk ke selera kita atau mungkin kalo kita lagi berpetualang, nyoba genre musik baru, yang bisa direkomendasiin sama si penjaga toko dan juga sekaligus mendukung industri lokal.

Masih banyak peran-peran dan manfaat lain yang belum disebutin di artikel ini, dan nyatanya kita masih memerlukan sebuah toko rekaman independen di sekitar kita

Oleh : pukultujuhlewat



Sejumlah ilmuwan yang berhasil ngukur seberapa banyak urine yang ada di kolam renang, dan hasilnya cukup buat ngeyakinin kita kalo kencing di kolam renang itu adalah hal yang lumrah.

Laporan ini juga ngungkapin kalo atlet renang sering ngelakuinnya pas lagi latihan. Mereka berdalih klorin bakalan bisa nge-netralisirnya. Dan ternyata anggapan ini malah keliru, karena sebenarnya reaksi kimia yang timbul akibat air seni dan klorin itu malah nyiptain zat kimia yang bisa nyebabin asma dan masalah pernapasan lainnya.

Nitrogen triklorida atau trichloramine, itu kebentuk pas urea air seni bercampur sama klorin—disinfektan yang biasa digunain buat air kolam renang. Senyawa kimia ini awalnya diciptain sama Pierre Louis DuLong sebagai percobaan pada tahun 1812, tapi sekarang nitrogen triklorida itu sendiri sering terbuat secara gak sengaja di kolam renang.

DuLong ngebuat nitrogen triklorida dengan cara memperlakukan larutan amonium klorida sama klorin. DuLong gak nyadarin kalo senyawa ini gampang meledak. Matanya buta dan jarinya kebakar hangus karena nitrogen triklorida itu meledak secara tiba-tiba pada saat masa percobaan. Senyawa ini juga bisa meledak pas lagi terguncang atau terpapar sama sinar matahari.

Sir Humphry Davy dan si Michael Faraday jadi korban selanjutnya setelah mereka ngelakuin percobaan yang sama kayak si DuLong. Davy ngalamin buta sementara dan jari tangannya si Faraday cacat.
A D V E R T I S E M E N T



Beruntungnya cuma zat murni aja yang gampang meledak, jadi atlet renang yang kencing di kolam nasibnya gak berakhir kayak para ilmuwan tersebut. Walaupun kayak gitu, penelitian ngebuktiin kalo nitrogen triklorida, selain senyawa lain yang kebentuk saat Lo kencing, kayak chloramine dan dichloramine, bisa nyebabin iritasi mata dan saluran napas atas.

Klorin yang bisa ngebunuh bakteri dan ngelindungin kesehatan perenang malah berhubungan sama kimia beracun. Selain itu, bau kolam renang yang selama ini kita anggap bersih, ternyata malah ngandung banyak nitrogen triklorida dan urin.

Nitrogen triklorida itu adalah senyawa volatil yang gampang berubah jadi gas yang berbahaya dan awet nempel di udara, di kolam. Ada penelitian yang nunjukin kalo orang yang gak berenang sekalipun, kayak penjaga kolam renang, bakalan terpapar sama gas ini. Mereka bahkan jauh lebih berisiko ngalamin masalah pernapasan dibandingin sama orang yang jarang berada di sekitar kolam renang.

Sebuah studi dilaporin nemuin kalo air kolam renang umum berkapasitas 829.000 liter bisa ngandung sebanyak 75 liter urine, yang bisa ngebentuk senyawa nitrogen triklorida. Jumlahnya emang sedikit, tapi tingkat toksisitas-nya tinggi.
A D V E R T I S E M E N T



Terus, gimana caranya buat ngehentiinya?
Para peneliti nyaranin buat nurunin kadar klorin di kolam renang buat ngurangin kemungkinan terbentuknya senyawa beracun. Berhubung penelitian tersebut cuma dilakuin di satu kolam renang, jadi belum ada solusi yang tepat sampai saat ini.

Para perenang bisa ngelakuinnya dengan cara ngebersihin diri sebelum berenang, tapi gak ada bukti yang kuat, yang nunjukin masalah kesehatan yang terjadi apabila gak mandi sebelum berenang. Kita perlu ngurangin iritan, karena itu bisa nyebab-in masalah pernapasan. Selain itu, bukan cuma perenang aja yang terpapar risiko. Petugas kolam renang juga bisa terserang lho.

Perenang biasa atau atlet sangat dianjurin buat buang air kecil dulu sebelum berenang atau jangan kencing didalam kolam renang, karena hal itu turut ngebantu kebersihan kolam renang.

Oleh : Simon x Laura



Band rock oktan tinggi Seringai akan meluncurkan video musik perdana mereka dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir via kanal YouTube resmi SeringaiOfficial pada Kamis (5 Juli 2018) pukul 16:00 WIB.

Video musik berjudul “Selamanya” ini disutradarain sama Surya Adi Susianto yang sebelumnya pernah menangani di antaranya video music-nya si Kunto Aji, Morfem, Ramengvrl, Lawless Vomit Crew, sampe Niska.

Ide cerita video “Selamanya” datang dari Surya yang nyulap bus Damri sewaan jadi Wahana Pesta-nya Seringai kayak layaknya wahana-wahana di Dunia Fantasi. Seringai digambarin bakal ngehibur setiap pengunjung yang naik ke atas bus dan bersenang-senang bersama mereka sembari berkeliling kota, begitu seterusnya. Para pengunjung yang naik ke bus dalam video musik ini adalah rombongan Serigala Militia, para penggemar loyal Seringai sendiri.

Proses pengambilan gambar buat video ini berlangsung pada momen Ramadhan lalu di area Gudang Sarinah Ekosistem, tepatnya pada tanggal 9 Juni 2018. Syuting dimulai sejak berbuka puasa hingga menjelang sahur.

Seringai terakhir kali merilis video musik saat era album Serigala Militia yang rilis pada tahun 2007 silam. Ada tiga video musik yang diluncurin pada waktu itu, “Citra Natural” (Cerahati x Speed of Films), “Mengadili Persepsi [Bermain Tuhan]” (Sutradara Anton Ismael) dan “Serigala Militia” (Tromarama). Sementara pada era album Taring yang rilis tahun 2012 mereka absen ngerilis video musik.
A D V E R T I S E M E N T




Video musik “Selamanya” didukung sepenuhnya sama Barde Films, Visval Bags, Provoke! Music, Fuji Film Indonesia dan High Octane Production.

“Selamanya” merupakan single perdana dari album studio terbaru Seringai yang segera rilis gak lama lagi. Lirik lagu “Selamanya” yang ditulis sama vokalis Arian 13 nebarin semangat mental positif tentang hasrat, kemandirian dan menjadi diri sendiri.

“Sangat senang dengan hasil akhir album terbaru Seringai. Heavy, nampol, fun dan penuh semangat. Video ‘Selamanya’ juga keren banget! Setelah lebih dari 16 tahun, saya senang kami masih bisa tetap bersenang-senang dan menggila,” kata si Sammy Bramantyo, bassist Seringai.

Rencananya dalam waktu dekat ini Seringai bakalan ngerilis album studio terbaru sekaligus yang keempat di bawah benderanya High Octane Production, label rekaman mereka sendiri. Album yang sampe sekarang masih belum diumumin judul dan daftar lagunya ini bakal berisi 11 lagu yang diproduseri sama gitaris Ricky Siahaan.



[right-side]
{picture#https://2.bp./-klUIL5e2ZfY/WtRRYuY9C0I/AAAAAAAACBc/LdTYB_OhulEsjqNCqv1gtA4LgSrCCOcDACK4BGAYYCw/s1600/header_logo_black.png} Artikel ini merupakan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya diatas. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan www.project.net {instagram#https://www.instagram.com/kepsirproject} {facebook#https://www.facebook.com/kepsir.project} {twitter#https://www.twitter.com/kepsirproject} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCCPpa7GNrFucqC2QHD8XbJQ}
Powered by Blogger.